Sate Klathak Pak Bari : Keunikan, Fasilitas, Lokasi, Menu Utama dan Harga

Sate Klathak Pak Bari – Menu olahan sate merupakan salah satu menu yang digemari oleh berbagai kalangan mulai dari anak-anak hingga dewasa. Biasanya, sate yang berbahan dasar daging kambing disajikan dengan bumbu kecap lengkap. Namun sudah tahukah anda bahwa ada juga menu olahan sate yang disajikan dengan bumbu minimalis dan unik. Sajian menarik dari sate unik ini dinamakan dengan menu sate klatak Jogja.

Sate-Klatak-Pak-Bari

Sate Klathak adalah salah satu menu kuliner yang terdapa di pinggiran kota Jogja dan menjadi buruan bagi para wisatawan. Terlebih dengan rilisnya film fenomenal AADC 2 yang mana salah satu tempat bertemunya dua tokoh utama yakni Rangga dan Cinta adalah di sebuah warung sate klathak. Warung makan yang beruntung tersebut adalah Sate Klatak Pak Bari.

Keunikan :

Sate-Klatak-Pak-Bari-Pasar-Wonokromo

Yang unik dari menu sate klathak Jogja ini adalah cara mengolahnya yang menggunakan jeruji besi sepeda sebagai tusuk satenya. Selain itu, sate klathak ini juga diolah dari bahan daging kambing yang berusia antara 8-9 bulan. Hal ini menjadikan daging sate memiliki tekstur yang lembut dan tidak terasa alot.

Pak Bari selaku pemilik warung sate mengungkapkan bahwa penggunaan jeruji besi untuk tusuk sate olahannya bertujuan untuk mempercepat penghantaran panas saat sate dibakar. Seperti yang kita ketahui bahwa jeruji besi merupakan penghantar panas yang sempurna. Daging kambing yang dibakar akan menjadi matang dengan sempurna. Bumbunya pun akan meresap sempurna hingga ke serat-seratnya.

Sate Klathak Pak Bari ini juga diolah dengan menggunakan bumbu minimalis. Bumbu tersebut adalah garam yang mampu meresap dengan sempurna hingga ke serat daging. Bumbu ini menonjolkan citarasa daging yang empuk dan gurih.

Sate Klathak Pak Bari disajikan dengan tambahan kuah gulai yang diolah dengan bumbu minamalis. Sajian menu sate ini semakin lengkap dengan sepiring nasi. Dijamin seporsi menu sate klathak ini mampu membuat perut terasa kenyang dan puas karena rasanya yang sangat nikmat.

Meskipun menu andalan dari warung makan ini adalah sate klathaknya, namun Pak Bari juga menawarkan menu masakan lain yang tidak kalah enaknya. Menu masakan tersebut diantaranya gulai, tongseng dan juga thengkleng. Adapun untuk menu minuman di warung makan ini adalah teg nasgitel, jeruk serta wedang uwuh. Semua minuman yang disajikan di warung makan ini tidak menggunakan gula pasir sebagai pemanisnya namun menggunakan gula batu.

Daya Tarik :

Warung sate klathak ini terletak di pasar Wonoromo Bantul. Warung ini buka setiap malam saat pasar sudah sepi pengunjung dan para pedagang pun sudah menutup lapaknya. Usaha sate ini merupakan usaha turun temurun yang diwariskan oleh ayah Pak Bari. Pak Bari merupakan generasi ketiga yang sukses melanjutkan usaha ini.

Pemilihan lokasi penjualan sate kathak di pasar Jejeran ini pun juga memiliki maksud tersendiri bagi pak Bari. Menurut beliau, pasar tersebut memang sudah menjadi tempat berjualan mbah Ambyah setelah sekian lama menjajakan satenya secara keliling. Hanya saja kalau dulu mbah Ambyah menjual sate di bawah pohon sedangkan pak Bari menjualnya di los pasar.

Sepeninggal mbah Ambyah, usaha kuliner sate ini dilanjutkan oleh Pak Wakidi. Beliau menyewa ruko untuk berjualan. Setelah melalui hari berjualan dengan berpindah-pindah dari satu ruko ke ruko yang lain, akhirnya tempat berjualan sate kembali di lokasi yang sekarang ini sudah dibangun menjadi pasar.

Pemberian sate klathak baru dicetuskan oleh pak Bari yang meneruskan usaha tersebut. Hal ini berawal dari kebiasaan beliau yang mencari biji melinjo dan dijual sebagai tambahan untuk uang saku di sela-sela aktivitasnya membantu jualan sate. Saat sedang membakar sate, beliau iseng menempelkan biji melinjo tersebut di atas daging kambing yang dibakar.

Warga Imogiri menyebut daging melinjo sebagai klathak. Dari sinilah akhirnya ide penamaan sate klathak tersebut muncul. Namun menurut sumber lain ada juga yang menyebutkan bahwa pemberian sate klathak berasal dari bunyi “klathak-klathak” saat daging kambing dibakar.

Kuliner sate klathak ini sudah lama menjadi incaran para artis seperti Mira Lesmana, Riri Riza dan artis ibukota lainnya. Meskipun diolah hanya dengan bumbu minimalis yaitu garam namun citarasa khas yang diciptakan oleh daging kambing olahan tradisional ini mampu membuat lidah bergoyang. Menu sate ini akan terasa sangat nikmat saat dipadukan dengan kuah gulai dan kecap.

Menu Utama dan Harga :

Sate Klathak Rp 20.000,00 sudah termasuk kuah gulai dan nasi.

Fasilitas :

  • Area parkir luas
  • Tempat makan yang nyaman lesehan dan kursi
  • Toilet

Lokasi dan Jam Buka :

Pasar Wonokromo Jl. Imogiri Timur Km 10 Pleret, Bantul

Jam buka  : 19.00 – 02.00 WIB

Dengan mempertimbangkan lokasi tempat makan ini, jika Anda bermalam di sebuah homestay atau penginapan dan ingin berwisata kuliner di tempat ini maka pastikan Anda memilih homestay di Jogja yang dekat secara lokasi dengan tempat makan yang satu ini.

Tag ,,,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Chat Sekarang
Butuh Bantuan?
Halo....
Ada yang dapat kami bantu... ^_^
Powered by